Dampak Normalisasi Area Sungai Kelekar, Warga Takut Rumahnya Terbawa Arus

PRABUMULIH,PUBLIKZONE- Pergeseran tanah (erosi) di area normalisasi sungai kelekar  membuat warga sekitar mengalami cemas serta delema tinggi. 

Pasal, pengerjaan pemerintah tersebut semakin hari semakin menghawatirkan ditambah entisitas cuaca (hujan) beberapa minggu ini cukup tinggi.

Menurut warga setempat, tanah di sekitar tepi sungai mulai mengalami pergerakan sejak beberapa bulan terakhir. Namun, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan longsor semakin parah dan mendekati pemukiman. Dikhawatirkan rumah akan mengalami kerusakan, seperti retakan di dinding dan lantai akibat pergeseran tanah.

"Kami khawatir rumah kami ikut terbawa longsor. Setiap hujan deras turun, tanah semakin terkikis," ujar Remon Arnika salah satu penduduk yang terdampak berlokasi di Jalan Bukit Lebar (Kaca Piring) RT. 03 RW. 02 Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Kamis (3/4/2025).

Sejauh ini, ungkapnya belum ada sambutan hangat dari pemerintah maupun pihak yang mengerjakan, dan kita juga binggung, kalau kita larang pembangunan katanya peronta dan dibiarkan seperti ini, akibatnya balik dengan kita warga setempat, keluhnya.

Siapa yang mau tanggung jawab kalau rumah kita terbawa arus. Dan sampai sekarang ini kita masih menunggu etika baik dari pemerintah dan pihak pengerja, harapnya.

Untuk diketahui di area tempat kami ini, selain terkikis tanahnya juga digali pihak pengerjaan, dan itu tidak ada pemberitahuan kepada kami. 

"Harukah kami menerima apa adanya. Somoga dengan adanya pemberitaan dari kawan media, nasib kami di area sungai kelekar ini bisa dilihat secara langsung oleh pak Walikota  (Cak Arlan dan Wakilnya Franky Nasril), pungkasnya. (Dk).

Posting Komentar

0 Komentar